TNKS Kerinci Gusur Pondok Peladang
Dalam Wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat
 

    Kerinci — maraknya Penjarahan dalam wilayah hutan kerinci seblat Membuat gerah Pemerintah demikian pula dengan balai besar taman Kerinci Seblat Wilayah Kerinci. karena hutan yang diharapkan dapat menghasilkan co² untuk kepentingan hajat orang banyak agar terhindar dari Pemanasan Globlisasi yang saat ini menjadi Perbincangan hangat diDunia Internasional,namun kekhawatiran itu tidak dapat dipungkiri karena Hutan yang dahulunya Hijau kini sudah Menjadi Peladangan Masyarakat yang nota bone tidak mengerti sama sekali Pentingnya Hutan dalam Kehidupan ini.

    Menurut Penuturan Kabid Kedisplinan Perambah Hutan agus beserta Rekan dafid Ketika mengadakan Jumpa Pers 28/10, disalah satu ruangan kantor Balai wilayah Kerinci seblat. Sangat menyangkan banyak perambah dalam wilayah TNKS pada hal, dari kami sudah Berupaya Untuk memberikan Peringtan dengan cara sosilisasi pendekatan dengan masyarakat setempat akan tetapi kenyataanya sampai saat ini masih banyak yang dengan sengaja membuka lahan untuk Peladangan, terbukti dengan kami tangkap delapan orang pelaku di kecamatan gunung tujuh Beberapa waktu lalu.

    Ditambahkan Agus, Berdasarkan laporan arsip yang kami punya, awal perambahn Dimulai semenjak tahun 1987, Para pelaku yang pada umumnya berasal dari masyarakat setempat. Berdasarkan hasil surfei  kami luas wilayah TNKS yang sudah dirambah ± 25,600 HK. Anatara lain dengan rincian Daerah Sako Batas Sumbar 2 HK, dan unuk Wilayah 12 yang terbesar dirambah adallah Kec. Kayu Aro 5900 HK, Kec.batang Merangin 5100 HK, Kec. Gunung Tujuh . 3400 HK Bahkan bayak lahan TNKS yang sudah digarap hanya ditingal kan Begitu saja.

    Sehinga Kami Bersama–sama Dengan Pemerintah Daerah dan Kota Sungai Penuh Berupaya untuk Menghimbau Masyarakat agar tidak Lagi Membuka Peladangan dalam Wilayah Hutan TNKS, dan itu sudah ada Surat Edaran Dari Masing – masing Kepala Daerah Bupati Kerinci Dan Wali Kota Sungai Penuh. Dengan Batas Waktu Pengosongan lahan  satu Desember 2010.Jika Tidak Dindahkan Pondok Para Peladang  akan Dibongkar Paksa, dan Pelaku akan Diberikan sanksi Berat.

    Usai Jumpa Pers, kami Berserta Pihak TNKS Langsur Meluncur kelokasi daerah Kawasan TNKS Kerinci, Kec. Kayu Aro Dan Menyaksikan Beberapa Pondok Yang Dibangun beserta tanamanya yang berada Dalam Kawasan TNKS Langsung Dibongkar. (Yosep/doni)

Kirim Komentar Anda..!!












© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola