Warga Sulut Jangan TakutDengan Virus Flu Burung




 


     SULAWESI UTARA — Dengan adanya Virus H5N1 marak dimana-mana telah menjadi perbincangan masyarakat yang ada di Sulawesi Utara (Sulut), bahkan telah pula menjadi momok yang sangat menakutkan bagi siapa saja. Sehingga banyak pihak Pemerintah Provinsi dan Daerah termasuk Pusat terus memperhatikan hal yang satu ini.

     Dan asal muasalnya virus H5N1 yang lebih dikenal oleh masyarakat umum disebut dengan nama Flu Burung, sehingga ada di Sulawesi Utara datang awalnya dari Provinsi Gorontalo menyebar di beberapa Kabupaten/Kota antara lain Bolmong, Bolmut dan Bolsel sebagai ciri chas bahwa adanya virus H5N1 dimana ternak masyarakat mati secara mendadak.

     Maka Pemerintah Provinsi Sulut pernah memerintahkan kepada instansi terkait agar supaya proaktif dengan mencegah agar supaya virus tersebut tidak akan menyebar lebih luas di seluruh Kabupaten/Kota Provinsi Sulut. Walau sudah diantisipasi instansi terkait masih tetap saja masyarakat hidup dalam ketakutan dengan ancaman virus mematikan itu, sehingga harus terjadi pembahasan pada sidang Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara khususnya tentang virus H5N1.

     Pada sidang Paripurna DPRD dengan sangat gamblang Gubernur Provinsi Sulut DR. Sinjo Harry Sarundajang memaparkan, bahwa virus H5N1, masyarakat tidak perlu harus cemas terlebih lagi takut karena virus H5N1 (Flu Burung) dari hari ke bulan dan tahun yang mana virusnya makin lebih lemah jika dibandingkan dengan temuan awal.

     “Hingga saat virus yang mematikan itu belum meminta korban banyak di seluruh Provinsi Sulut, tentunya semua pihak terutama Dinas Kesehatan langsung mengantisipasi akan hal itu,” ujar DR. Sinjo Harry Sarundajang di hadapan para anggota DPRD Provinsi Sulut. Hal itu juga dibenarkan oleh Kadis Kesehatan Provinsi Sulut dr. Maxi Rondonuwu, DHSM dan bukan berarti bahwa pemerintah provinsi yang terdiri dari instansi terkait akan berdiam diri karena belum ada korban manusia.

     “Kami terus tetap memantau serta mengikuti perkembangan virus H5N1 yang ditakuti, di mana dapat membawa pada kematian. Namun masyarakat jangan terlalu mengkhawatirkan akan hal itu,” tandas Kepala Dinas Kesehatan pada wartawan Metro Indonesia.

Jenis 2 (Dua)
     Virus jenis H5N1 dikenal sebagai virus flu burung yang paling membahayakan yang telah menginfeksi baik manusia ataupun hewan. Virus yang juga dikenal dengan A(H5N1) ini merupakan virus epizootic (penyebab epidemik di mahluk non manusia) dan juga panzootic (yang dapat menginfeksi binatang dari berbagai spesies dari area yang sangat luas.

     Virus HPAI A (H5N1) pertama kali diketahui membunuh sekawanan ayam di Skotlandia pada tahun 1959, namun virus yang muncul pada saat itu sangat berbeda dengan virus H5N1 pada saat ini. Jenis dominan dari virus H5N1 yang muncul pada tahun 2004 berevolusi dari virus yang muncul pada tahun 2002 yang menciptakan gen tipe Z.

     Virus H5N1 dibagi menjadi 2 jenis turunan, turunan yang pertama adalah virus yang menginfeksi manusia dan burung yang ada di Vietnam, Thailand, Kamboja dan burung yang ada di Laos dan Malaysia. Jenis turunan pertama ini tidak menyebar ke daerah lain.

     Sedangkan yang turunan jenis 2 dikenali dari burung yang ada di China, Indonesia, Jepang, dan Korea Utara yang kemudian menyebar ke Timur Tengah, Eropa dan Afrika. Virus jenis turunan ke 2 ini adalah virus yang menjadi penyebab infeksi ke manusia yang terjadi dalam kurun waktu 2005-2006 di berbagai Negara. Analisa genetik yang telah dilakukan membuktikan bahwa ada 6 jenis subklas dari turunan jenis ke 2, yang 3 diantaranya tersebar dan menginfeksi manusia. (Albert)

 

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.


















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola