METRO KALIMANTAN

Gubernur Awang Faroek Ajak Warga Kaltim Tanam Pohon 

Gubernur Kaltim, Dr Awang Faroek Ishak (tengah) didampingi Wagub H farid Wadjdy dan kepala RRI Samarinda Hendro Prasetyo. 

     KALTIM — Gubernur Kaltim, Dr. Awang Faroek Ishak meminta seluruh masyarakat sejak hari Senin 28 November 2011, tidak terkecuali pejabat Pemda, Pemkot, dan Pemkab se Provinsi Kaltim untuk turun ke lapangan ikut menanam pohon yang disiapkan beberapa jenis bibit pohon.

 

      “Saya minta 28 Nopember seluruh SKPD turun ke lapangan, sudah saya hitung ada sembilan ribu PNS nantinya semua harus turun menanam pohon, Kantor Gubernur kita kosongkan saja biar dijaga Satpol PP, karena kegiatan ini sesuai dengan pencanangkan Presiden RI yakni program penanaman 1 milliar pohon,” ujar Awan Faroek Ishak di Samarinda pada acara dialog dan temu pendengar RRI yang digelar di halaman Lamin Etam, Minggu (20/11).

      Program penghijuan itu menurut Gubernur yang didampinggi Wagub H. Farid Wadjdy dan para kepala SKPD, sesuai terobosan program Kaltim Green melalui gerakan one man five threes (satu orang menanam lima pohon), kalau 3.5 juta masyarakat Kaltim menanam lima pohon. Secara konkrit Kaltim bisa menyumbang 87.500 pohon pertahun yang kita sumbangkan dalam rangka penanaman satu milliar pohon.

      “Program One man Five Threes, harus betul-betul dilaksanakan. Kalau satu rumah ada empat oramg bisa menanam 20 pohon teknisnya bibitnya bisa prakarsa sendiri atau minta tim kita dari Dinas Kehutanan,’ tegas Awang Faroek. Sementara itu, Wagub Farid Wadjdy mengatakan Pemprov Kaltim memilki kebijakan bantuan keuangan untuk kabupaten dan kota terus dilakukan. "Pemprov Kaltim tidak membiarkan kabupaten dan kota membangun sendiri, ada kebijakan membantu membangun daerah," ujarnya.

      Menyinggung persoalan banjir di Samartinda yang ditanyakan pendengar, semata-mata bukan curah hujan yang tinggi tetapi disisi lain adalah sampah. Pada kesempatan ini tidak salah kami mengimbau kepada masyarakat dari komunitas pendengar RRI, untuk membuang sampah pada tempatnya, karena penyebab banjir bisa diakibatkan sampah yang tersebar dimana-mana.

      "Contoh kecil saja di Samarinda, ada tersedia tempat sampah tetapi masih ada masyarakat yang membuang di luar tempah sampah, padahal bak sampahnya cukup besar," kata Farid Wadjdy. Mengkahkiri temu pendengar Wagub, mengatakan makna Kaltim Bangkit, tidak boleh satupun elemen masyarakat Kaltim tidak tersentuh oleh pembangunan. Siapapun dia, agamanya maupun Suku dan etnis semua mendapat porsi pembangunan yang sama.

      Disamping itu juga, tidak boleh ada satupun elemen masyarakat tidak memberikan kontribusi kepada masyarakat sekecil apapun. Contoh kecil saja, membuang sampah pada tempatnya. “Mari kita bangun kebersamaan dan jalin keharmonisan sesama masyarakat Kaltim dalam memperkuat barisan menuju satu titik yakni Kaltim yang sejahtera,” ujar Farid. Pada Dialog pendengar dan kelompok pemerhati RRI, berbagai masalah telah dipertanyakan oleh para pendengar baik persoalan Pelabuhan Samarinda yang semakin semrawut dengan kontainer yang memenuhi jalan Yos Sudarso Samarinda.

     Dalam kesempatan itu, gubernur meminta dialog pendengar dan kelompok pemerhati RRI, bisa diagendakan minimal tiga bulan sekali, karena sangat penting untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Juga diharapkan, bisa direalisasikan melalui Media Cetak Nasional.


Kirim Komentar Anda....!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved


This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola