Polisi Segera Tangkap Wartawan Gadungan 


    TALAUD, SULUT — Bupati Kepulauan Talaud Drs. C. Gonggali baru-baru dimintai dana atau sejumlah uang oleh wartawan gadungan yang mengaku-aku dari Surat Kabar Metro Indonesia. Sehingga berakibat imbasnya kepada wartawan lainnya, padahal Metro Indonesia sudah sangat dekat dan dipercaya oleh Bupati Kepulauan Talaud.

    Demikian informasi yang diterima langsung dari Kepala Perwakilan Metro Indonesia Provinsi Sulawesi Utara dan staf khusus Bupati yang menelepon langsung ke pusat.

    Menurut laporan tersebut, bahwa “NT” yang mengaku wartawan tersebut sering melakukan dengan mengatasnamakan wartawan media cetak, dimana sebelumnya pernah juga dengan mengaku wartawan media lain, dengan tujuan agar dana anggaran khusus untuk wartawan dapat diperolehnya, serta meminta sejumlah uang dengan mudah.

    Beberapa wartawan dari media cetak yang penempatannya di Kantor Pemerintah Kabupaten Kapulauan Talaud sering keluh kesah, karena sudah ada yang meminta sejumlah uang kepada Bupati langsung. “Bahkan oknum wartawan itu suka mengadukan (adu domba) untuk jangan percaya kepada wartawan media ‘anu’, yang mengakibatkan wartawan yang sebenarnya menjadi tersingkirkan,” tambah salah seorang wartawan dari media cetak lainnya yang tidak mau disebutkan namanya.

    Disebutkan, bahwa oknum wartawan berinisial ‘NT’ itu datang menemui ajudan Bupati C. Gonggali untuk meminta izin untuk bertemu dengan Bupati. “Untuk apa anda mau ketemu Bupati?” tanya ajudan Bupati itu. Dijawabnya , “Untuk mewawancara Bupati,”. Langsung oleh ajudan tersebut dipertemukan kepada Bupati Kepulauan Talaud.

    Namun ketika oknum wartawan itu sudah bertemu, bukannya ingin mewawancara malah meminta sejumlah uang. Sehingga Bupati tersebut menjadi bingung dan kesal, yang pada akhirnya kembali memanggil ajudan tadi dan menyelesaikan persoalan tersebut, karena Bupati tersebut tidak mau ada masalah.

    Kepala Perwakilan Metro Indonesia Sulut dimintakan dan konfirmasi tentang apakah benar yang bernama ‘NT’ adalah wartawan MI. “Tidak apa Pak, silahkan lihat pada box redaksi kami. Dan disitu juga tertulis bahwa yang tidak ada dalam box redaksi adalah bukan wartawan kami,” ujar Albert H.J. Montolalu S.Th, kepala perwakilan Metro Indonesia Provinsi Sulut.

    Kalau sudah seperti ini, seharusnya kantor Pemerintah Daerah agar melihat dulu dan memeriksa kebenaran wartawan tersebut dari media mana, kemudian cek dan ricek keberadaan wartawan tersebut kepada media cetak bersangkutan. Sehingga tidak lagi oknum wartawan yang mengaku-aku dari media apapun, bila perlu ditindak-lanjuti ke aparat kepolisian. (Albert)

Kirim Komentar Anda..!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.














© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola